Senin, 08 Februari 2016

DikaLa

     Aku lelah, mungkin aku harus mengingat lagi dari awal mengapa keadadaan sepeti ini. dari awal kita bertemu aku merasa langsung tau mungkin kamu ini diciptakan untukku. mungkin konyol kedengarannya,tapi aku merasakan cinta.

      Belum pernah aku merasakan seperti ini. perasaan gugup, takut dan bahagia bercampur menjadi satu. teringat kembali saat itu, aku ingin melangkah ketahap selanjutnya. :)

Semua terulang kembali, apakah ini mimpi?

      Jika ini mimpi, bagaimana jika ku ulang semua dari awal. bagaimana jika kita tak pernah bersama? akankah kamu masih akan memilihku? seharusnya hari ini, hari dimana aku mengutarakan perasaanku padamu.

Bagaimana jika ku buat kau menungguku?

Akankah kamu menungguku?


Bagaimana jika kita menjalani semuanya sendiri?

     Ini tidak seperti yang kubayangkan. bukan keadaan seperti ini yang ku inginkan. jika aku tau aku akan tersakiti jika bersamamu, akankah aku akan memilih tetap bersamamu? teradang aku merasa kosong tanpamu.

"Setiap pasangan mempunyai tempat faforitnya bukan?"

Tempat dimana banyak hal terjadi, kenangan -kenangan indah terjadi.

      Aku bahagia, tapi terkadang mimpi tak berlangsung sama bukan. aku takut saat itu tiba, "ketika mimpi harus berhadapan dengan realita" satu hal yang kuinginkan sekarang, "Senyummu kembali :) ............". jangan sedih, itu yang ingin ku katakan. aku tak ingin menyakitinya.

      Mungkin suatu hari nanti aku harus mempersiapkan hatiku, jika suatu saat setiap kali aku melihatmu berjalan berdua, bergandengan tangan, atau sekedar ngobrol biasa dengannya, itu akan membuat hatiku terasa disayat pisau yang tajam.

     Untungnya itu hanya mimpi. tapi benar-benar mimpi buruk hidup tanpamu. ini bukan soal salah dan benar, ini soal rasa cintaku padamu.

Bukankah cinta adalah kuatku untuk bertahan?

Bahwa aku tak menyerah begitu saja, bahwa suatu saat kamu akan jadi bagian hidupku.

     Maafkan aku karna aku tak tau bagaimana mencintaimu, apa ya? ketika melihat fotomu, ketika kau mulai menulis keseharianmu atau sekedar PM di sosial mediamu, harusnya ku sapa, dan kunikmati wajahmu. atau ku isyaratkan cinta. tapi semua tak kulakukan, mungkin benar jika kata orang cinta mesti berkorban. satu hal tersirat dan selalu menjadi inginku ketika aku sekedar mengingatmu.
      Izinkan aku untuk membahagiakanmu lagi . . . . . . .